Cerita pagi ini:
Pagi ini Aisyah, 3y11m,
di teras rumahnya selepas sarapan, ditemani adik perempuannya Opi, 1y7m, mereka
khusyuk bermain Po. Akur, tidak ada acara rebutan. Sambil memegang tablet di
tangan, sesekali ia tertawa-tawa memperhatikan tingkah 4 anak kucing yang
sedang bermain di sekitarnya. Saling mengejar ekor kawan, atau menepuk-nepuk
rumput dengan satu kaki depannya sambil telinganya condong ke depan.
Pemandangan yang sejuk di pagi yang gerah.
Tak berapa lama datanglah
sales minuman yogurt langganan, memarkir motor di depan pagar yang terkunci.
Tanpa dikomando, Aisy pun lantas bereteriak memanggil-manggil uminya yang
sedang menghabiskan sarapan di ruang tengah "miii.. Yakul miii..".
Terpaksa piring yang masih setengah kosong itu ditinggalkan begitu saja di
meja, dan segera beranjak mencari dompet.
Masih dengan tingkat
konsentrasi yang sama, masih menggeser-geser po-po nya, mengelompokkannya
dengan warna yang sama, Aisy berjalan masuk tertunduk, melewati uminya yang
masih sibuk mengaduk-aduk isi dompetnya, mencari uang logaman yang terselip di
sela-sela. Dengan santai dia pun bersenandung "Yakul.. Yakuul.. Yakuuuul..
Walam yakul-lahuu kufuwan ahad-de'..", dia terus berjalan masuk ke
kamarnya. Hanya kata "eh??!" Yang terlontar dari mulut umi nya,
pelan, dan dengan muka setengah terbengong. "Anak inii..".
Dari dalam kamar selanjutnya terdengar "medley"
doa-doa harian. Yang sekarang sedang terdengar "Ya Alloh, belkahilah semua
yang engkau belikan kepada kami.. dan jauhkan kami dali siksa api nelaka",
sedang benar hafalannya. Terkadang tertukar-tukar, seingat dia saja, sudah
biasa itu.
Setelah genap uang di
tangan, uminya pun segera memanggil kembali balita itu "Aiisy.. Ini lhoo..
Kasihin". Biasanya memang dia yang semangat membayarkan, tapi pagi ini
tumben sekali dia tidak meminta dengan tidak sabaran seperti biasanya, malah
cenderung cuek. Dari dalam kamar terdengar sahutan "Endak mauu, aku sudah
tenyang mii..".
Iiish.., siapa yang suruh
dia minum yogurt, pe-de amat bayi ini. Uminya pun hanya bisa tersenyum geli
menyadari misunderstanding yang barusan terjadi.
Di pagi yang gerah, ada
hal-hal kecil yang menyejukkan. Walau bentuknya tak terlihat seharfiah layaknya
taman bunga, atau sop buah, namun penyejuk hati macam ini sudah lebih dari
cukup. Fabiayyi 'alaa-i robbikuma tukadz-dzibaan..
Di setiap kondisi yang
terburukpun, selalu ada hal-hal indah yang terselip. Dan 'keindahan' itu pada
akhirnya menjadi sesuatu yang relatif, bersifat eksklusif dan tidak bisa
dijumpai sembarang orang karena dia tidak bersifat murahan.
Apa ceritamu pagi ini?
Sudah 'belajar' apa kamu
pagi ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar