Rabu, 25 November 2015
Socmed, yaa ... socmed..
Di siang yang mendung nan gerah.. Membuat saya mati gaya. Hanya menggerak-gerakkan jempol sudah membuat badan berpeluh. Bulak-balik refresh news feed, sudah seperti duduk bengong dipinggir jalan, melihat segala yang berhilir mudik. Baiklah, jadilah saya tulis tulisan cenceremen macam ini, semacam Mini riset tentang fungsi social media bagi masyarakat.
Ada beberapa type fungsi yang umum saya jumpai:
1. Sebagai tempat sampah. Ada yang selalu mengeluh dan mengeluh. Selain mengeluh, isi socmed nya adalah omelan kemarahan yang tak jelas peruntukannya untuk siapa. Sepertinya tidak cukup berani menyebutkan subjek kemarahannya entah karena kalah level atau karena alasan yang lain. Banyak yang mamakai socmed sebagai tempat sampah, tapi adakah yang memulungnya untuk didaur ulang? TPS pun ada maximum loadnya. Hehe hanya tergelitik bertanya.
2. Sebagai ajang gosip. Ada yang selalu meng-share apapun yang dia temui di news feed nya, dengan dalih sharing is caring. Tanpa pikir panjang apalagi sampai cross check ke 2-3 sumber berita lain yang menuliskan topik yang sama. Bahkan ada yang buru-buru men-share sebelum dia rampung membaca artikel itu secara keseluruhan. Tidak masalah bila yang dishare hanya resep masakan atau design architecture. Yang jadi masalah kalau itu memuat suatu berita. Ketika berita yang disebar tidak benar, apa bedanya dengan gosip atau bahkan fitnah? Bahkan ada artikel yang kadang menuliskan ancaman "share artikel ini jika kamu benar-benar sayang mamamu". Secara tidak langsung saya akan difitnah tidak sayang mama ketika ogah mensharenya. Sungguh terlalu!
3. Sebagai ajang cari sensasi. Ada yang selalu sibuk mencari sensasi, sibuk menentang pendapat sana-sini, sibuk mengikuti pemikiran "berbeda" yang dianggap keren karena mendobrak paradigma yang ada. Contoh sensasi lainnya, mengumbar aib sendiri. Malah terlihat bangga betul kesannya.
4. Sebagai tempat "pengadilan". Ada yang sibuk membenarkan pendapat sendiri atau golongan yang sejalan dengan pemikirannya, dan menjudge salah yang lain. Yang ini lagi trend beberapa bulan terakhir.
5. Sebagai album poto. Tak ada masalah sebenarnya. Masalah mulai ada ketika "setiap" pose diupload, mulai dari pose tidur, terlentang, tengkurap, salto sampai kayang pun ada semua. Padahal di dunia nyata tidak ada manusia yang mau tinggal di ruangan kaca ala aquarium, tapi entah kenapa di dunia maya ada yang nekat mengekspose segala hal privat ke ruang public tanpa malu-malu.
6. Sebagai ladang. Xixixi Ini buat yang hobi main game, Farm ville ato apalah itu nama game nya, saya tidak begitu paham.
7. Sebagai perpustakaan dan sumber referensi. Baaaanyak sekali ilmu-ilmu yang bertebaran tershare di socmed. Mulai dari ilmu agama, ekonomi, fisika, sampai dengan ilmu tentang kehidupan. Tinggal baca. Rugi sekali kalau di jaman seperti ini masih banyak yang kurang "melek", lantas berdalih gara-gara tidak bersekolah tinggi, tidak pernah mondok, atau tidak pernah ikut seminar-seminar. Lainnya, sekedar ingin mencoba tempat makan? daripada coba-coba berhadiah kecewa, lebih mantap bila kita bisa membaca testimoni yang pernah kesana sebelumnya.
8. Sebagai lapak dagang. Hehehe ini tidak perlu dijelaskan panjang lebar, apa sih yang tidak pernah dijual di socmed??
9. Sebagai "show room". Iya, benar, tempat memajang segala hal tentang dirinya, segala kepunyaannya. Ada yang dengan segala kebanggaannya, posting/upload tentang miliknya sendiri, atau idenya sendiri, orisinil. Tapi ada juga yang hanya co-pas habis ide orang lain tanpa menulis sumber, atau menebeng foto lantas mendaku-daku, atau sengaja menulisnya dengan kalimat ambigu. Mungkin banyak yang pernah baca ini, "Setelah membanting tulang sekian lama, akhirnya terbeli juga", jaket coklatnya, bukan ferrarinya :D
10. Penggiring opini publik. Banyak isu-isu besar yang tergiring opini masyarakat di socmed. Jangan macam-macam. Lebih dari sekedar untuk bercanda dan kesenangan, socmed mulai bertransformasi menjadi alat penggerak massa untuk kepentingan yang lebih serius.
11. Kau lanjutkan sendiri sajalah.. Saya sudah makin gerah, tidak tahan, mau mandi.
Yang paling efisien menurut saya dari sekian banyak fungsi, adalah untuk mencari tahu tentang profil orang yang sedang dekat dengan anak kita, atau ponakan kita. Bukalah FB nya, kepribadian si fulan/fulani akan tergambar. Kalaupun status/quotenya kebanyakan palsu, tinggal buka friendlist nya. Tidak seperti jaman tahun 80-90an. Orang tua harus main detektif-detektifan hanya untuk menyelidiki teman dekat atau orang yang akan dikenalkan kepada anaknya. Orang tua saya termasuk salah satunya ^-^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar