Tidak seperti awal kemunculannya di penghujung abad
ke-19, handphone (HP) kebanyakan
hanya digunakan oleh mereka yang membutuhkan kecepatan berkomunikasi jarak jauh,
dan bisa dikatakan teknologi ini hanya diperuntukkan oleh orang dewasa saja.
Selanjutnya di awal abad ke-20 fungsinya mulai bergeser, bahkan semakin ke
belakang ada puluhan bahkan ratusan fungsi yang bisa digantikan sekaligus oleh
HP, bukan hanya sekedar fungsi telepon, mencatat, gaming, atau urusan hitung-menghitung saja. Dengan bantuan aplikasi
yang bisa diunduh dengan sangat mudah, ada ribuan aplikasi yang ditawarkan oleh
HP generasi terbaru. Dan ini membuat HP tak hanya menjadi kebutuhan bagi orang
dewasa saja, remaja, bahkan toodler (batita)
pun sudah banyak yang merasa ‘mati gaya’ bila jauh dari gadget satu ini.
Bagi kita yang telah dewasa, tentunya kita bisa
memanfaatkan perkembangan teknologi ini dengan bijak. Namun tidak demikian
dengan pengguna HP dengan rentang usia batita sampai dengan remaja. Mereka
tidak bisa memilih dan menilai sendiri aplikasi mana yang baik untuk mereka.
Banyak diantara anak-anak yang ‘kecolongan’ melihat konten-konten yang tidak
sesuai dengan umur mereka, atau bahkan akhirnya terperosok menjadi konsumen
pornografi. Selanjutnya hal ini akan menjadi boomerang bagi seluruh aspek
masyarakat, bukan hanya diri sendiri dan keluarga si anak.
Anak yang sudah kecanduan dengan pornografi lama-kelamaan
akan mengalami kerusakan pada otak bagian depan atau Pre Frontal Cortex (PFC). Sederhananya, PFC ini hanya dimiliki oleh
manusia dan bagian inilah yang membedakan manusia dengan hewan (menurut Jordan
Grafman. PhD, Professor in Physical
Medicine and Rehabilitation). Dengan adanya PFC, manusia bisa mengontrol
konsentrasi, menimbang benar dan salah, menunda kepuasan, berpikir kritis dan
merencanakan masa depan. Dengan ini manusia bisa memiliki dan memilih etika,
PFC inilah yang membentuk kepribadian dan perilaku sosial anak.
![]() |
| Sumber : http://image.slidesharecdn.com/ |
Penjelasan singkatnya, kerusakan otak yang disebabkan
pornografi adalah karena meningkatnya zat kimia otak yang bernama dopamin yang
diproduksi oleh sistem limbik (otak paleomammalian).
Sistem limbik adalah bagian dari otak besar yang berhubungan dengan emosi
(marah, senang, takut) serta kenangan. Sedangkan dopamin adalah zat kimia otak yang
memberi rasa senang, penasaran sekaligus kecanduan. Normalnya ketika seseorang
melihat pornografi, dopamin ini dialirkan secara alamiah dari sitem limbik ke
area PFC. Hal serupa juga terjadi pada PFC pengkonsumsi NAPZA. Lama-kelamaan
PFC pecandu pornografi akan kebanjiran dopamin dan akhirnya membuat PFC tidak
aktif, mengerut dan akhirnya mengalami penurunan fungsi. Sebaliknya sistem
limbik akan terus berkembang. Sehingga lama-kelamaan pecandu pornografi akan
terus-menerus mencari ‘kesenangan’ tanpa mempertimbangkan lagi etika, penilaian
salah dan benar, apalagi pertimbangan masa depan. Dampak negatif untuk diri
sendiri tampak dari berkurangnya daya konsentrasi, berkurangnya daya menimbang
benar dan salah, dan kemampuan mengambil keputusan. Dampak yang lebih serius
lagi, pecandu akan mengalami perubahan perilaku sosial. Diantaranya, mudah
bergonta-ganti pasangan, hubungan seksual suka sama suka, hubungan pernikahan
dianggap tidak penting, dan menganggap lawan jenis hanya sebagai objek seksual
saja.
Dengan mengetahui bahaya dari tidak terpantaunya
tontonan anak, tentu kita sebagai orang tua tidak begitu saja tinggal diam,
membiarkan generasi penerus kita perlahan-lahan menjerumuskan diri mereka dalam
masa depan yang suram.
Sebagian orang tua yang konservatif mungkin akan mengambil langkah yang simple, melarang anak-anaknya meminjam
HP canggih orang tuanya, dan membelikan HP pribadi yang cukup bisa telephone dan berkirim SMS saja. Tapi
maaf, anak-anak jaman sekarang tidak bisa diperlakukan seperti anak-anak era
80-90 an lagi. Tidak dapat ijin dari orang tua, mereka akan mencarinya di luar
rumah, dan ini akan lebih bebas dan lebih berbahaya. Selain itu sistem edukasi
di masa sekarang ini menuntut anak untuk
mengikuti perkembangan informasi secara aktif. Dan harus kita akui, kita
sebagai orang dewasa pun sudah hampir tidak bisa hidup tanpa HP untuk menunjang
setiap aktifitas harian kita.
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com/ |
Cara yang lazim digunakan oleh orang tua yang moderat
adalah dengan tidak membelikan anak HP pribadi, melainkan memperbolehkan
meminjam dari orang tua dengan batasan waktu dan pendampingan pada saat anak
menjelajahi konten HP, selektif dengan perangkat (memilih membeli HP yang tidak
terlalu canggih), dan hanya menginstall aplikasi-aplikasi edukatif tertentu
saja dengan maksud membatasi konten. Namun hal ini bukan urusan yang mudah,
perlu komitmen, alokasi waktu, perhatian dan kesabaran yang tinggi untuk bisa
menjalankannya. Di satu sisi kita ingin membatasi konten HP kita dengan konten-konten
yang berguna bagi anak, dan di sisi lain kita memerlukan konten yang notabene berguna bagi orang dewasa namun
bersifat forbidden bagi anak. Sedang
kita sendiri tidak mempunyai cukup waktu untuk selalu berada di sisi anak. Dilema
bukan?!?
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com/ |
Well, arus perkembangan teknologi dan informasi memang sudah tidak bisa dibendung lagi, tapi bukan berarti kita tidak punya cara lagi untuk melindungi mereka dan sekaligus tetap bisa menikmati produk teknologi yang hebat ini. Pepatah mengatakan “Ada seribu jalan menuju Roma”. Dan tawaran solusinya... Masih ada Acer Liquid Z320 dengan fitur Kids Center-nya.
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com/ Edited By https://easternhousewife.blogspot.com |
Yang paling menarik adalah aplikasi ini bisa menjadi media edukasi yang mengasyikkan. Acer mengisi Kids Center dengan bermacam konten sarat manfaat bagi anak-anak, mulai dari aplikasi yang bisa merangsang daya kreatifitas anak, aplikasi gamming sampai dengan video-video menarik yang bisa dinikmati anak bersama orang tua di sela-sela waktu belajarnya.
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com/ |
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com/ |
** Sebagai contoh aplikasi-aplikasi yang ada adalah :
Selain itu untuk keamanan ekstra, Acer Liquid Z320 ini juga dilengkapi dengan security safe environment, sehingga anak-anak tidak bisa keluar dari fitur Kids Center. Ibarat keamanan perumahan, ‘rumah’ yang ditawarkan ini sudah terlindungi oleh security perumahan, kamera CCTV, dan sekarang ditambah anjing galak di halaman rumah. Bagaiman? Keren kan??! Fitur ini sangat sesuai dengan slogan "DENGAN ACER LIQUID Z320, ANAK SENANG, ORANG TUA TENANG!"
Yuk, jadi orang tua cerdas, tetap mengikuti modernitas dan jauh dari rasa cemas. Ayah-bunda bisa tetap beraktifitas biasa, tetap bisa mengawasi ananda, tanpa harus selalu menempel disisinya seperti lem baja. Tetap sisihkan waktu semaksimal mungkin untuk mendampingi buah hati, jadikan perangkat smartphone sebagai sarana edukasi, bukan ‘pengasuh bayi’. "DENGAN ACER LIQUID Z320, ANAK SENANG, ORANG TUA TENANG!"
a) Marbel
bagian tubuh, marbel mewarnai, lagu anak Indonesia, Kids Music Instrument
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com/ Edited By https://easternhousewife.blogspot.com |
b) Pilihan
situs web yang aman seperti National
Geograpic Kids, animasi Thomas and
friends, dan lain sebagainya.
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com/ Edited By https://easternhousewife.blogspot.com |
a) Konten-konten
pilihan untuk anak
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com/ Edited By https://easternhousewife.blogspot.com |
Selain itu untuk keamanan ekstra, Acer Liquid Z320 ini juga dilengkapi dengan security safe environment, sehingga anak-anak tidak bisa keluar dari fitur Kids Center. Ibarat keamanan perumahan, ‘rumah’ yang ditawarkan ini sudah terlindungi oleh security perumahan, kamera CCTV, dan sekarang ditambah anjing galak di halaman rumah. Bagaiman? Keren kan??! Fitur ini sangat sesuai dengan slogan "DENGAN ACER LIQUID Z320, ANAK SENANG, ORANG TUA TENANG!"
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com/ Edited By https://easternhousewife.blogspot.com |
Untuk HP yang dibandrol di kisaran Rp. 999.000,- dan
dilengkapi dual-SimCard, gadget ini mempunyai banyak keunggulan
yang melampaui harga jualnya sendiri.
Beberapa keunggulannya adalah sebagai berikut :
1. Ketajaman
layar dan resolusi
![]() |
| Sumber : http://www.acer.com/ |
Acer
Liquid Z320 dibekali dengan layar ukuran 4.5” dengan
resolusi 854x480 pixel. Jenis layar yang dibenamkan adalan In-Plane Switching (IPS), sehingga tampak jernih dan jelas.
Ketajaman layarnya tetap terpampang walau di bawah terpaan sinar matahari.
Tidak cukup sampai disitu, pihak Acer menyematkan teknologi BluelightShield yang apabila dinyalakan,
bisa mengurangi emisi cahaya biru dari layar yang berpotensi membuat mata
pengguna cepat lelah.
2. Performa
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com/ |
Acer
Liquid Z320 sudah menggunakan OS Adroid 5.1.1
(Lollipop), yang didukung dengan pocessor
Quad-Core berkecepatan 1.1 GHz dari Qualcomm. Memiliki RAM sebesar 1 GB
serta internal storage sebesar 8 GB.
Masih bisa ditambah dengan MicroSD bagi Anda yang menginginkan kapasitas simpan
yang lebih besar lagi. Untuk mendukung aktifitas Anda yang multitasking, HP ini juga didukung dengan kecepatan internet
(HSDPA) hingga 42 Mbps.
3. Penampilan
dan Media
![]() |
| Sumber : http://www.acer.com/ |
Kamera yang disematkan pada Acer Liqiud
Z320 adalah kamera sebesar 5MP, ditambah kamera depan 2 MP. Cukup
mumpuni untuk menghasilkan foto/video yang jernih.
Melengkapi fitur media yang multimedia
diatas, speaker yang diusung pada
gadget ini menggunakan DTS Sound yang pastinya memberikan fitur musikalitas
yang istimewa. Kesempurnaan fitur diatas dibalut dengan design hairlinebrush membuatnya terlihat kokoh
dan elegan karena digabungkan dengan frame tengah yang dibuat dengan teknologi
NCVM (Non-Conductive Vacuum Metalizing).
Spesifikasi lengkapnya sebagai berikut :
Spesifikasi lengkapnya sebagai berikut :
![]() |
| Sumber : http://www.acerid.com |
Yuk, jadi orang tua cerdas, tetap mengikuti modernitas dan jauh dari rasa cemas. Ayah-bunda bisa tetap beraktifitas biasa, tetap bisa mengawasi ananda, tanpa harus selalu menempel disisinya seperti lem baja. Tetap sisihkan waktu semaksimal mungkin untuk mendampingi buah hati, jadikan perangkat smartphone sebagai sarana edukasi, bukan ‘pengasuh bayi’. "DENGAN ACER LIQUID Z320, ANAK SENANG, ORANG TUA TENANG!"














Lengkap dan menarik artikelnya , jadi pengen beli hpnya :D
BalasHapuswow, sangat bermanfaat, pasti akan saya beritahukan ke istri saya
BalasHapuswahhh artikelnya sip mbak.
BalasHapusada fitur Kids Center toh, jadi pengen beliin adek aku smartphone satu ini. Biar bisa belajar & bermain yang lebih praktis dan update. yang pasti tetep kudu ada pengawasan orang tua ya mbak. :)
salam kenal dari http://getlostback.blogspot.co.id/ ^_^
terima kasih banyak untuk atensi dan apresiasinya, semoga informasi yg saya sajikan bisa sedikit membantu rekan-rekan sekalian.
BalasHapussalam kenal juga untuk semuanya :)