Kamis, 26 November 2015

Pohon

Pohon, sejatinya mahluk yang sangat ikhlas memberi manfaat dan tanpa dendam. Tidak bisa melawan atau sekedar membela diri. Terlalu pendiam malahan. Pindah mendekat kawanan sejenisnya pun tak pernah, dia terima saja dengan takdir dia, mau di pinggir jalan atau di bibir jurang. Ikhlas.
Apalagi sampai menyikut manusia yang seenaknya menoreh-norehkan nama kekasihnya pada batangnya. Pernah? Apa pernah kau terjungkal gara-gara pohon yang kau sandari bergeser? Atau dahannya tiba-tiba menggerombol ke arah lain, dan kau tidak bisa meneduh dibawah bayangnya?

Namun kita sebagai manusia dengan tega, semena-mena kepada mereka, bahkan menebang mereka tanpa ampun. Mereka juga mahluk hidup, yang juga ingin hidup dan beribadah kepada Rabb-nya. Bisa tidak kau bayangkan, kira-kira dosa apa yang pernah diperbuat pohon?? Ada??
Jadi kalau disamakan dengan manusia, tingkat kesuciannya lebih dari ulama, mereka setara dengan bayi yang baru lahir sobat!

Sekarang bayangkan, bila kau berani-berani berbuat tak adil atau dzolim kepada bayi, kira-kira nanti ada balasannya tidak? Ada "perhitungannya" tidak? Apa Tuhan akan diam saja? Apa kau juga yakin kalau mereka tidak mengadukan keluhannya kepada Sang Pencipta? Tidak pernah meminta keadilan? Yakin??

Setidaknya kalo tidak di dunia, PASTI di kehidupan selanjutnya.
Dunia seisinya memang diciptakan untuk kemaslahatan manusia. Jangan bersembunyi dibalik dalil itu, jangan! Memang kita berhak semau-mau kita mengatur dunia ini. Tapi tidak dengan cara yang dzolim, dan tidak pula berlebihan sehingga berbuah kerusakan.

26 november 2015
~renungan diatas brum-spit~
Terpanggang matahari sepanjang jalan, berpuluh kilo meter, pulang-pergi, dengan 2 buah hati pulas dalam pelukan, dalam sesaknya nafas.. menyibak udara berdebu, menjelang dzuhur hingga beberapa jam selepasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar