Selasa, 19 Januari 2016

Menggiring Masa Depan Anak Bersama Acer Liquid Z320

Tidak seperti awal kemunculannya di penghujung abad ke-19, handphone (HP) kebanyakan hanya digunakan oleh mereka yang membutuhkan kecepatan berkomunikasi jarak jauh, dan bisa dikatakan teknologi ini hanya diperuntukkan oleh orang dewasa saja. Selanjutnya di awal abad ke-20 fungsinya mulai bergeser, bahkan semakin ke belakang ada puluhan bahkan ratusan fungsi yang bisa digantikan sekaligus oleh HP, bukan hanya sekedar fungsi telepon, mencatat, gaming, atau urusan hitung-menghitung saja. Dengan bantuan aplikasi yang bisa diunduh dengan sangat mudah, ada ribuan aplikasi yang ditawarkan oleh HP generasi terbaru. Dan ini membuat HP tak hanya menjadi kebutuhan bagi orang dewasa saja, remaja, bahkan toodler (batita) pun sudah banyak yang merasa ‘mati gaya’ bila jauh dari gadget satu ini.

Bagi kita yang telah dewasa, tentunya kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi ini dengan bijak. Namun tidak demikian dengan pengguna HP dengan rentang usia batita sampai dengan remaja. Mereka tidak bisa memilih dan menilai sendiri aplikasi mana yang baik untuk mereka. Banyak diantara anak-anak yang ‘kecolongan’ melihat konten-konten yang tidak sesuai dengan umur mereka, atau bahkan akhirnya terperosok menjadi konsumen pornografi. Selanjutnya hal ini akan menjadi boomerang bagi seluruh aspek masyarakat, bukan hanya diri sendiri dan keluarga si anak.

Kamis, 14 Januari 2016

Kisah si Santriwati Magang

Cerita ini sudah hampir 20 tahun terlewat, namun masih saja membuat bibir mengulum senyum saat mengingatnya.

Liburan kenaikan kelas sudah tiba, saya baru naik ke kelas 2 SMP. Demi mengisi liburan yang bermanfaat, ada teman sepantaran di rumah berencana mengikuti pesantren kilat selama sebulan di salah satu Pondok pesantren di kota Mojokerto. Tidak jauh dari Surabaya, hanya berjarak 1-2 jam an dari rumah. Bapak saya mendengar rencana itu dan akhirnya dengan bujuk rayu Bapak saya bersedia ikut juga.

Hari-hari di pesantren berjalan cukup menyenangkan, karena sebagian besar santriwati disana adalah anak-anak usia sekolah juga seperti saya. Kegiatanpun tidak terlalu penuh, karena memang ini sedang masa liburan.

Tibalah pada suatu jum'at siang, Bu Nyai minta dibuatkan parutan belimbing. Sepertinya untuk membantu menurunkan tensi darah beliau. Pohon belimbingnya ada di halaman pondok, jadi tinggal 'ngunduh' saja pakai galah. Dengan senang hati saya menawarkan diri kepada 2 santri yang lain untuk membantu memetiknya. Ndilalah, setelah ditengok-tengok buah belimbingnya hanya berbuah sedikit, dan itupun hanya ada di pucuk-pucuk. Galah untuk 'nyunggek' sudah tidak sampai. Masjid pondok yang sekaligus menjadi masjid kampung baru saja mulai takbirotul ikhrom sholat jumat. Masjid itu hanya seratusan meter jaraknya dari halaman pondok. Jalan kampung depan pondok sepi-piiii. Tidak tahu kena angin apa, mungkin kena bisikan jin bonek (Tuuuh.. jadi nyalahin jin kaaaan.. Maap bpk/ibu jin), saya pun langsung naik pagar, lanjut naik memanjat pohon belimbing, padahal jelas-jelas saya memakai sarung. "Mumpung gak ada yang lihat mbak", bela saya. Sudah manjat 2 meteran masih tidak sampai juga tangan menggapai buah, kepalang tanggung, saya naik lagi sampai sekenanya. Dan lupa, sholat jumat itu hanya 2 rakaat saja. Baru dapat beberapa buah, sudah terdengar dua-kali "assalamu'alaikum warohmatulloh.." dari corong masjid tanda selesai sholat. Dan paniklah saya..

Belajar dari anak-anak

Anak-anak sejatinya adalah mahluk yang polos, namun sangat suka dengan apresiasi orang lain, terlebih lagi dari orang yang dianggapnya mempunyai sifat superior. Anak-anak sering sekali menunjukan kepada orang tuanya kalu dia bisa ini, bisa itu. Saat itu mereka butuh apresiasi, butuh pujian dan pengakuan dari kita yang dia anggap punya kemampuan lebih. Mereka hanya butuh mendengar, "Waah.. Adek pintar!". Selanjutnya, kalau ada anak lain yang bilang bisa ini-itu juga dan kita bilang "Wah, kamu juga pintar ya" maka mereka akan sama-sama bahagia.

Namun tidak jarang juga saya temui mereka sedang menunjukkan kepada kita ketika mempunyai sesuatu yang baru. Misal sepeda, tas, mainan atau bahkan baju. Bahkan anak saya ketika dibelikan celana dalam baru bergambar princess oleh neneknya pun tidak segan-segan membuka rok nya untuk menunjukkan gambar princess itu kepada saya. 

Terima kasih REPUBLIKA untuk hadiahnya (Daftar Pemenang Resensi pilhan Novel "PULANG")


https://twitter.com/bukurepublika/status/684217575077593089

Kiriman hadiah bukunya udah sampe. Dan, pas buka amplop Waaaaaaaaah.. Senengnyaaaa!! Kemarin ngarep banget paket bukunya ada AAC2, daaan ternyata ada beneran. Matur nuwun Republika, matur nuwun Gusti Allaaaah. Ini bukti bahwa ucapan "Semoga" yang penuh harap pasti didengar oleh Allah. #semakinyaqin





Jumat, 08 Januari 2016

Berenang Dengan Hiu Di Karimun Jawa



Kangen lauuuuut T_T || iya betul itu hiu, ditangkarkan, @karimunjawa, pic th 2009. Dan saya pernah nyemplung di situ walau jantung deg-deg an terus dari turun sampai naik lagi bukan perkara takut jadi cemilan saja, tapi jujur, saya tidak bisa berenang sama sekali. Nekat masuk, pakai pelampung, bisa mengapung, tapi hanya mengapung, urusan maju atau mundur harus menggapai-gapai dan menarik paksa kaos teman yang bisa tergapai. Sempat juga tidak bisa menyeimbangkan badan,pokoknya memalukan

Kamis, 07 Januari 2016

Semalam Aku Dilecehkan

Diam-diam masuk kebun binatang dari pagar belakang, hanya beberapa saat sebelum kebun binatang tutup. Ternyata belum lama aku didalam aku mendapati diri ku hanya sendiri di dalam area itu, sepi.. para pengunjung sudah pergi, sudah pulang semua. Bahkan pintu pagar EXIT pun sudah digembok.
Kudapati tas teman seperjuanganku dipojokan sebuah bangku taman, aku dan dia sesama penyusup, hanya saja dia berhasil melompati pagar tinggi itu beberapa menit lebih dulu daripada aku. Tas nya ada, tapi mana orangnya? kupanggil-panggil namanya "Reeeg..Reeggg..". Mustahil untuk tidak bisa melihat wujudnya dalam kandang yg tak terlalu luas ini, mengingat ukuran tubuhnya yg tinggi-besar. Kecuali.. kalau dia memang sudah pergi juga.

Sedikit panik. Untung ada petugas patroli kebun binatang yang melihatku terkunci sendirian di dalam area kandang itu. Aku baru sadar rupanya aku berada di dalam kandang binatang buas, jenisnya harimau putih. Sang petugas berseru kepadaku untuk kluar. Begitu rantai bergembok itu dibuka, segera saja aku kluar. ngerii..
Rupanya binatang-binatang disini akan diajak jalan-jalan keluar dari kandang oleh masing-masing "baby sitter" nya begitu jam berkunjung kebun binatang usai. Ada petugas khusus yg bertugas sebagai baby sitter, menjalin ikatan emosional dengan binatang-binatang itu. Satu petugas untuk tiap ekornya. Aneh juga, meski buas mereka akan bersikap manis dengan baby sitter mereka.

Begitu aku melangkah keluar dan melenggang santai, tak disangka, ternyata si harimau putih telah berada hanya beberapa meter di belakang ku dengan tali yang terkalung di leher dan ujung yang lain terikat di tangan babi sitternya. Aku baru tersadar setelah mendengar auman tidak ramah nya yang begitu dekat dengan teliga. Melonjak dan lari terbirit-birit serong beberapa derajat ke kiri, jantung ku berpacu. sambil berlari, syukur kupanjatkan, jarak rentang tali itu jauh lebih pendek daripada jarak ku dengan baby sitternya. Ku pikir aku sudah lari jauh namun ternyata hanya beberapa meter saja, kepanikan membuat langkahku lebih pendek, jauh lebih pendek daripada berjalan santai. 

Selasa, 05 Januari 2016

Apa kamu (termasuk) orang bodoh ?

Sumber foto google

Sabda Rasulullah SWT mengenai kriteria muslim yang cerdas dan muslim yang lemah/ bodoh:

"Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi dirinya dan mengamalkan / mempersiapkan memperbanyak amalan untuk setelah mati, sedangkan orang yang lemah / bodoh adalah orang yang selalu mengikutkan dirinya pada hawa nafsunya dan berangan - angan atas Allah untuk mendapat rahmatNya"(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi)
Perhatian saya tertuju pada kalimat,
"..orang yang lemah / bodoh adalah orang yang selalu mengikutkan dirinya pada hawa nafsunya dan berangan - angan atas Allah untuk mendapat rahmatNya". 

Betapa ini sangat mirip dengan keseharian saya, atau mungkin juga sama dengan Anda??